Content Writer: Pengertian, Jenis, dan Tugas Utama yang Dikerjakan

Share

Perkembangan teknologi saat ini, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan profesi content writer. Di mana, ketika menemukan sebuah berita, informasi dalam bentuk artikel, atau pembahasan tertentu. Hasil tulisan tersebut merupakan kinerja dari content writer.

Bahkan salah satu pekerja freelance yang banyak diminati saat ini adalah menjadi content writer. Khususnya bagi beberapa pihak yang memiliki kemampuan dalam bidang tulis menulis.

Mengenal Apa itu Content Writer

Bagi Anda yang belum mengetahui content writer. Kami akan memberikan ulasan singkat pada pembahasan ini. Sebab, mengenal pekerjaan ini selain membantu Anda dalam meningkatkan pengetahuan, juga bisa dijadikan referensi sebagai pekerjaan sampingan.

Disebut sebagai content writer membuat jenis pekerjaan ini fokus pada dunia kepenulisan. Saat ini di Indonesia, profesi ini lebih banyak melakukan pekerjaan dalam hal penulisan artikel, iklan, ataupun keperluan konten lain.

Baca juga : Rekomendasi 13 Pekerjaan Freelance Online di Era Digitalisasi

Oleh karena itu, profesi ini lebih banyak melakukan interaksi dengan team marketing. Sebab, biasanya terdapat konten dengan tujuan iklan sehingga kedua tim bekerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada klien.

Namun, dalam konsep kerjasama ini biasanya terjadi ketika Anda bergabung dalam sebuah agency. Tetapi, jika Anda menekankan profesi ini sendirian, maka biasanya pekerjaan akan fokus pada penulisan artikel, script, maupun pembuatan ebook.

Jenis-jenis Content Writer yang Ada di Indonesia

Meskipun content writer lebih banyak difokuskan pada dunia kepenulisan. Terdapat beberapa jenis yang bisa Anda pelajari dengan baik. Beberapa di antaranya dapat Anda simak secara detail pada pembahasan berikut ini :

1. Blogger

Blogger Content Writer

Menjadi seorang blogger tentu menjadikan Anda seorang content writer secara umum. Sebab, pengelolaan blog yang baik pastinya membutuhkan konten menarik. Seperti penulisan artikel dengan pembahasan tema tertentu.

Sebab Anda melakukan penulisan dan pengelolaan konten secara pribadi, maka profesi ini sering disebut sebagai blogger content writer. Anda bebas melakukan modifikasi terhadap informasi yang ditulis. Terlebih pada pilihan gaya bahasa untuk pembuatan konten.

2. Long-Form Content Writer

Mendengar jenis profesi ini saja harusnya Anda sudah memahami bahwa tugas utamanya akan berhubungan dengan penulisan yang cukup panjang. Sebab, long form content writer harus menyelesaikan topik dengan jumlah volume banyak.

Namun, pastikan sebelum mengambil jenis pekerjaan ini. Anda sudah memahami teknik serta tema yang diberikan oleh klien. Beberapa contoh konten yang nantinya akan content writer tulis seperti guide book, ebook, atau beberapa informasi penting tentang tema tertentu.

3. SEO Content Writer

Jenis content writer selanjutnya yang sangat umum Anda ketahui adalah basic SEO. Sebab, profesi ini termasuk banyak dibutuhkan terutama bagi pelaku bisnis online. Sebab, nantinya tugas utama dari profesi ini adalah membuat konten berbasis artikel.

Mengapa disebut sebagai SEO? Seperti yang Anda tahu bahwa SEO atau search engine optimization ini nantinya berfungsi untuk memudahkan konten terindeks pada mesin pencari.

Baca juga : Rekomendasi 10 SEO Tools Terbaik untuk Optimasi Website

Sehingga, akan terjadi persaingan ketat antara kesamaan tema dengan kompetitor lain. Oleh karena itu, untuk menggeser peringkat, pemahaman SEO pada seorang content writer sangat diperlukan.

Utamanya pada beberapa poin penting yang harus ada di dalam konten. Misalnya, peletakan keyword, penggunaan internal link, persaingan jumlah kata atau word counter, dan beberapa kategori spesifik lainnya.

4. Technical Content Writer

Sesuai dengan namanya, technical content writer merupakan salah satu penulis lepas yang bidang kerjanya akan fokus pada tutorial atau informasi teknis. Sehingga, untuk memulai karir di sini, Anda membutuhkan update skill dan pemahaman materi secara mendalam.

Contohnya kepemilikan pengetahuan teknik dalam sebuah bidang tertentu seperti Teknologi yang nantinya bisa Anda manfaatkan untuk memberikan informasi secara tepat dan akurat. Selain itu, Anda juga berkewajiban untuk mengatur gaya bahasa agar audiens mudah memahami maksud kepenulisan.

5. Jurnalis

Content Writer Jurnalistik

Jenis penulis lepas yang terakhir adalah Jurnalis. Mungkin Anda lebih sering mendengar kata Jurnalis dibandingkan content writer. Sebab, sapaan tersebut masih begitu asing bagi beberapa orang.

Menjadi penulis lepas pada jenis jurnalis ini, membutuhkan kecakapan dan ketepatan dalam mengelola bahasa. Sebab, nantinya konten yang telah Anda buat akan perusahaan muat pada portal berita online.

Sejalannya perkembangan teknologi yang semakin meluas, membuat berita onlin mengalami peningkatan. Hal tersebut juga menjadi salah satu pengaruh naiknya jurnalisme media online. Sehingga, jika Anda berminat untuk mencoba, menjadi penulis lepas sebagai jurnalis tidak menjadi masalah, bukan?

Meskipun memuat berita terbaru yang up to date. Anda tidak harus memiliki kosa kata kaku dalam menyampaikan informasi. Pastikan tetap memperhatikan kenyamanan konsumen, dengan memberikan informasi menggunakan gaya bahasa santai dan mengalir.

Tugas Content Writer Dalam Dunia Kerja

Untuk meningkatkan pengetahuan Anda terkait profesi content writer. Maka, pahami beberapa tugas yang wajib dikerjakan pada ulasan lengkap sebagai berikut :

1. Membuat dan Mengelola Konten Artikel di Website Perusahaan

Jika Anda ingin menjadi salah satu dari profesi content writer. Maka, tugas umum yang mungkin akan Anda lakukan adalah membuat dan mengelola konten artikel. Sebab, biasanya seorang dengan profesi ini lebih banyak mengerjakan artikel untuk sebuah website.

Dalam konsep ini, biasanya Anda akan diberikan sebuah akses pada suatu website. Anda harus menyelesaikan target konten harian agar dapat terkelola dengan baik. Pastinya sesuai dengan niche yang ada pada website tersebut.

2. Melakukan Editorial Artikel Sebelum Publish

Mendapatkan konten berkualitas tidak hanya Anda lakukan dengan membuat poin semenarik mungkin. Editorial yang baik juga menjadi penilaian. Sebab, apabila terdapat typo, kesalahan penggunaan tanda baca, atau pilihan kalimat yang tidak tepat. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap nilai sebuah artikel.

Baca juga : Berapa Gaji Freelancer? Inilah 12 Perkiraan Berdasarkan Profesi

Oleh karena itu, ketika Anda sudah mendapat tugas untuk mengelola website dengan baik. Pastikan untuk selalu melakukan koreksi terhadap hasil kepenulisan artikel sebelum melakukan publish. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kesalahan selama pembuatan.

3. Riset Kompetitor

Kerjasama Antar Divisi

Nilai sebuah konten untuk bisa mencapai titik pencarian utama, Anda harus memaksimalkan proses riset. Dalam hal ini tidak hanya melakukan riset terkait keyword saja, tetapi juga kompetitor yang muncul di halaman pertama pencarian Google.

Lakukan analisa terhadap spesifikasi tersebut. Maksimalkan pemilihan kata kunci untuk mendapatkan golden keyword. Selanjutnya, pastikan untuk memahami persentase keberhasilan untuk bersaing dengan kompetitor.

Jika masih pemula, Anda bisa memilih beberapa kata kunci yang rendah persaingan. Sehingga, untuk naik pada tangga pencarian lebih mungkin terjadi. Pastikan tidak terlalu banyak media besar, sehingga kompetitor tidak begitu susah untuk Anda geser.

4. Memastikan Artikel Sesuai Kebutuhan Pasar

Tugas content writer pada poin ini sebenarnya masih berkesinambungan dengan riset. Pasalnya, untuk menentukan kebutuhan pasar Anda perlu melakukan riset. Seberapa banyak pencarian topik dan apa saja minat audiens pada informasi yang bisa Anda tampilkan.

Pastikan untuk selalu melakukan analisa dengan tepat. Sehingga, penulisan artikel akan langsung tepat sasaran. Anda bisa membidik kelompok tertentu berdasarkan niche, dan lakukan persaingan dengan kompetitor sejenis.

5. Melakukan Pengisian Terhadap Deskripsi di Dalam Website

Website tidak selalu hanya sebagai media informasi silang saja. Pasalnya, kemajuan teknologi merambah pada banyak sektor, salah satunya digital marketing. Oleh karena itu, banyak sekali pelaku bisnis mulai berbondong-bondong untuk membuat website.

Baca juga : 8 Cara Menjadi Freelancer Online Online Pemula

Biasanya content writer juga bisa bekerja pada sebuah instansi bisnis dengan tujuan penjualan. Oleh karena itu, tidak jarang Anda akan diminta untuk melakukan pengisian deskripsi baik produk maupun brand pada sebuah website.

6. Membantu Divisi Lain Dalam Kerja sama Pembuatan Artikel

Pada sebuah perusahaan, menjalin kerjasama antar divisi tentu bukan hal asing lagi. Apalagi jika Anda bekerja dengan kantor cukup besar dan klien yang banyak. Tetapi tidak perlu khawatir, sebab tugas Anda sebagai penulis lepas maka bantuan hanya akan seputar artikel atau kepenulisan saja.

Anda bisa saja melakukan pengisian ide konten pada sebuah proyek. Kemudian menyajikannya dalam sebuah tulisan singkat. Lakukan presentasi untuk memberikan pengarahan dan pemahaman kepada divisi lain. Paling banyak, bentuk kerjasama antar divisi ini berkesinambungan antara marketing dan juga content writer.

7. Siap Bekerja Berdasarkan Deadline

Menjadi penulis lepas, maka Anda harus siap bekerja di bawah deadline. Sebab, profesi ini berkaitan dengan kejar tayang sebuah konten. Maka, memberikan informasi secara akurat dan cepat akan menjadi poin positif bagi Anda.

Beban kerja yang akan Anda terima pun beragam. Tidak selalu banyak dan berat setiap harinya. Kemungkinan hanya beberapa hari dalam sebulan, namun tetap pastikan meskipun kejar deadline. Artikel yang Anda buat memiliki kualitas terbaik.

Sudah Mengenal Profesi Content Writer?

Beberapa ulasan yang telah kami bagikan di atas hanya sebagian dari informasi kecil seputar content writer. Masih terdapat banyak sekali perkembangan teknologi yang membuat profesi tersebut menjadi lebih luas.

Baca juga : 15 Situs Freelance Terbaik dan Menguntungkan 2022

Untuk Anda yang tertarik dan ingin memulai karir sebagai content writer. Pastikan untuk memahami pengertian, jenis, serta tugas dari profesi tersebut. Sehingga, nantinya tidak akan memberatkan Anda ketika benar-benar terjun dalam dunia kerja ini.

Berbagai informasi terbaru seputar produktivitas, teknologi, digitalisasi, dan bisnis. Anda bisa mengikuti perkembangannya secara up to date hanya di tutorialae.

Satu pemikiran pada “Content Writer: Pengertian, Jenis, dan Tugas Utama yang Dikerjakan”

Tinggalkan komentar